satu bulan lebih aku mengenal sosok Adam yang baik , tidak perlu ku sebut siapa namamu disini yang pasti kamu berhasil membuatku kembali bangkit dalam kesepian ini . sudah hampir empat hari ini kamu hilang kabar yah , jujur aku rindu banget baca chatan kamu yang kalau aku lama balesnya pasti kamu marah atau nuduh aku gak jelas, kalau pagi kamu yang bangunin aku buat sholat subuh dan kalau malem aku tinggal tidur gitu aja . dalam sehari gak pernah aku hitungin berapa banyak kita ngabisin waktu buat message an dari hal umum yang biasa orang orang bahas sampai hal yang gak penting selalu kita bahas.
dan malam ini rasa rindu itu hadir lagi, rasa rindu yang perlahan hilang tiba-tiba muncul gitu aja pas aku dengar suara dering ponselku yang berbunyi adalah panggilan masuk dari mu, saat itu aku lagi membantu mama mengerjakan pekerjaan dapur tapi tidak ku angkat panggilan itu walaupun mama meminta ku berulang kali untuk mengangkatnya ,aku punya seribu alesan mengapa aku tidak mengangkat teleponmu, dan saat dering ponselku sudah berhenti berbunyi aku langsung menggenggam telepon ku dan berharap kamu mengirimkan sedikit pesan singkatmu atau bahkan mms yang kamu kirimkan tentang keadaanmu saat itu , tapi hingga larut malam aku tunggu kabar dari mu nyatanya semua tak kunjung datang. dalam benaku terfikirkan mengapa kamu hanya mencari ku dalam satu kali panggilan masuk yang tidak ku jawab, mengapa tidak kau coba untuk berkali kali panggilan itu atau mencoba mengirimi ku message yang kuharap akan kubaca ?
sebenarnya kini aku tidak berharap banyak lagi padamu karena aku sadar siapa posisi aku disini, aku hanya anak kecil yang mungin tidak pantas untuk mengharapkan sesuatu yang lebih dari kamu.harapanku sebenarnya hanya ingin waktu berkenalan denganmu agak lebih panjang lagi . meskipun pembicaraan kita hanya sebatas chat dan sesekali suara ,namun aku merasa kita adalah kawan lama yang dipertemukan kembali entah untuk tujuan apa . setiap saat kita komunikasi melalui ponsel aku selalu berharap bisa menarik tanganmu dari ponselku merasakan seberapa luas telapak tanganmu . saat melihat fotomu , aku berharap bisa benar benar menatap matamu , melihat wajahmu , berbicara denganmu tidak hanya lewat ketikan tanganku ataupun suara di ponselku dan yang pasti berhenti untuk membayangkan bagaimana manisnya senyuman dari seseorang yang mempunyai tahi lalat dibawah bibir itu.
maafkan jika aku terlalu lebay menanggapi Adam yang sudah berusia 21 tahun ini. aku tidak perduli jika nanti kamu membahas semua drama awal ku dalam cerita ini , aku tidak perduli jika kamu menganggapku sudah kelewat batas bahkan aku tidak perduli sekalipun kamu memilih menjauh setelah kamu tau aku hanya lah anak smk yang jauh dari sepantaran umurmu yang selalu melibatkan perasaan dalam setiap kejadian yang kita lewati.mungkin setelah kamu baca ini nanti aku akan terlihat makin menyebalkan dimatamu jika kamu tau ada wanita yang belum kamu ketahui asal usulmu sudah lancang diam diam mencintaimu , sudah berani menyebut namamu disetiap berhadapan dengan sang pencipta, sudah berani memikirkan tentangmu bagaimana keadaan mu dan sedang apa kamu disana ketika aku sedang berdiam diri
tapi percayalah mulai saat ini aku akan mulai membiasakan diri untuk menghilangkan semua angan anganku pada seseorang yang baru saja ku kenal dengan ketidaksengajaan yang ku awali dengan drama kebohongan besar dan aku sadar ini salah , aku tidak tau harus memulai dari mana untuk menjelaskan siapa aku sebenarnya , ini semua alesan mengapa aku diam seribu bahasa , menjauh makin jauh saat kau kejar ,menghilang makin dalam saat kau galih walau kadang tak dapat kupungkri ada hasrat ku untuk membalas pesan singkat mu atau bahkan panggilan masuk mu , tapi semua itu aku tahan karena aku sadar aku tak bisa terus berdrama
saat ini kamu sudah boleh bilang aku labil.mengapa aku harus repot repot berdrama kalau tau ujungnya akan begini, menerima takdir bahwa memutuskan untuk meninggalkan saat sedang cinta cintanya adalah salah satu hal yang bisa membuatmu lupa bahwa hidup harus tetap dijalani seperti biasa lagi. bagaimana jika biasa dalam ukuran aku adalah bisa merasakan terus berada disamping kamu dengan tak ada sedikitpun drama yang tersisa (sungguhan) dan tetap menggandeng tangan kamu ? maka aku sekarang akan berusaha sekuat tenaga untuk merubah anggapan bahwa biasa itu tidak berhubungan dengan kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar