Jumat, 06 November 2015

the risk of falling in love quietly

akhir akhir ini aku memang sibuk dengan tugas ku yang tidak terhingga , disela sela tugasku ada penyemangat yang mungkin membuatku sedikit ada waktu untuk beristirahat . tapi sudah duahari ini kamu hilang kabar , entah karena apa aku pun tidak tahu.Mungkin, kamu tidak akan pernah tahu, di tengah semerawutnya duniaku aku masih punya waktu untuk merindukanmu.

sekarang ku tutup halaman excel yang sedang kukejarkan karena tiba tiba aku teringat kamu, aku tidak bisa apa apa ,hanya bisa membaca ulang percakapan kita beberapa hari yang lalu. Mungkin, kamu tidak akan pernah tahu, di tengah kelelahanku sebenarnya aku masih membutuhkanmu. Kalau boleh jujur, aku sangat ingin ditenangkan oleh percakapan kita seperti beberapa hari yang lalu. Saat kamu menanyakan apa saja yang sudah aku lakukan, saat kamu menanyakanku banyak hal, saat kamu membuatku semakin merindukan pertemuan kita, saat kamu bercerita tentang pekerjaanmu hari ini, saat kamu selalu berhasil membuatku tertawa, dan saat kita masih dalam keadaan baik-baik saja

Aku tidak berkata bahwa saat ini kita tidak baik-baik saja, tapi bisakah kau menjawab apa yang terjadi di antara dua orang; yang sekarang tidak lagi saling menyapa ketika beberapa hari yang lalu mereka masih bisa tertawa dan bercanda? Aku merindukanmu, merindukan percakapan kita hingga larut malam. Aku rindu diriku yang rela menunggumu hingga kamu selesai mengedit gambarmu , dan pekerjaan papahmu. Aku rindu melihat ponselku hanya untuk membaca semua pesanmu. Aku rindu kebahagiaan kecil yang kau berikan padaku, kebahagiaan-kebahagiaan yang bahkan sulit untuk dijelaskan dan diartikan. Aku jelas jatuh cinta, sayangnya (mungkin) kamu tidak merasakan perasaan yang sama.

aku mencoba mengambil kesimpulan dalam hal ini bahwa kamu sepertinya ingin menjauh dariku karena tidak mungkin sibuk sampai berlarut larut begini . dan aku sudah mencoba untuk berhenti mencari tau tentang mu .tapi, hati ini berkata untuk selalu melihat kronologi facebook mu , melihat terakhir kamu on di WA dan rasa kecewa terkadang datang ketika aku melihat WA mu aktif dalam beberapa menit yang lalu tanpa mengabariku

tetapi tidak jarang aku kembali berfikiran positif bahwa kamu mungkin sedang sibuk menyiapkan skripsimu , menyiapkan semuanya dengan matang dan aku berharap semoga sibukmu berkah , cara mu yang tidak mengabariku berhari hari itu adalah kebaikan untuk kita berdua . maaf jika aku sampai saat ini belum bisa menjadi gadis yang memulai percakapan duluan denganmu , maaf jika aku masih hanya bisa diam ketika kamu tidak mengabariku , karena aku sudah terlalu nyaman dengan segala kediamanku

Aku ingin tertidur sambil mendengarkan voice note shalawatanmu yang pernah kamu kirim itu. Berharap bisa shalawat bersamamu, di rumah allah, di masjid manapun, asal bersamamu